Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan tata kelola profesional, terlebih Garuda merupakan maskapai nasional yang membawa nama baik negara.
Abdul juga menyinggung persoalan efisiensi biaya operasional, termasuk indikator profitabilitas pesawat. Ia menyebut bahwa struktur biaya Garuda sangat tidak sehat sehingga sulit mencapai keuntungan.
“Satu pesawat Garuda baru bisa untung kalau terisi 150 persen—25 persen di sayap kanan dan 25 persen di sayap kiri. Ini menunjukkan masalahnya memang dari dalam,” ujarnya.
Pernyataan ini menggambarkan bahwa beban biaya dan manajemen operasional Garuda perlu pembenahan menyeluruh agar maskapai dapat kembali sehat secara finansial.
Menutup pernyataannya, Abdul meminta Glenny merinci tiga inisiatif utama yang akan dijalankan dalam tiga bulan ke depan sebagai indikator awal pembenahan Garuda.
“Kalau diberi waktu tiga bulan, saya ingin tahu tiga inisiatif utama yang akan dilakukan,” kata Abdul.
Pertanyaan tersebut menegaskan bahwa DPR menginginkan langkah cepat, strategis, dan dapat dievaluasi untuk mengukur efektivitas kepemimpinan baru di tubuh perusahaan BUMN tersebut. (*)

