Menurut dia, proyeksi kebutuhan layanan gizi di Kota Marmer mengalami lonjakan yang cukup signifikan untuk menjangkau seluruh sasaran secara merata. “Ini berkembang titik mungkin awalnya 90, tapi dengan adanya tambahan penerimaan manfaat, mungkin sekarang di angka sekitar 140 sekian,” paparnya.
Angka tersebut, lanjut Sebrina, mencakup keseluruhan unit yang ada di peta rencana kerja BGN. Jumlah itu merupakan gabungan dari unit yang sudah melayani masyarakat secara aktif maupun unit yang saat ini masih dalam tahap persiapan sarana dan prasarana.
“Itu sudah termasuk yang sudah operasional dan proses persiapan,” terangnya. (dit/ari)
1 2

