Mainberita – Aksi demonstrasi bertajuk “Seruan Aksi Indonesia Gelap” yang melibatkan ribuan mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, pada Senin (17/2), berakhir dengan kericuhan.
Ketegangan mulai meningkat setelah lebih dari satu jam para demonstran berorasi, namun Ketua DPRD Jawa Timur, Muhammad Musyafak Rouf, tak kunjung menemui mereka. Kecewa dengan situasi tersebut, massa aksi kemudian membakar ban dan sejumlah spanduk.
Kepulan asap hitam membubung tinggi di sekitar lokasi unjuk rasa. Aparat kepolisian segera bergerak untuk memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun upaya ini justru memicu cekcok antara petugas dan mahasiswa.
Ketegangan semakin memuncak ketika Ketua DPRD Jatim akhirnya turun dari mobil komando, tetapi menolak memenuhi tuntutan mahasiswa untuk membacakan aspirasi mereka secara langsung kepada pemerintah pusat.
“Saya tidak punya nomor Mbak Puan, saya tidak punya nomor Pak Prabowo. Jadi dengan mohon maaf, saya tidak bisa (menelpon),” ujar Musyafak dari atas mobil komando.

