Bab 1: Kenangan di Bawah Langit Tulungagung
Desa ini selalu damai ketika matahari mulai turun ke ufuk barat. Sawah-sawah yang menghijau berayun pelan diterpa angin sore.
Di salah satu sudut desa, seorang pemuda duduk di depan sebuah toko serba ada yang sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.
Angga, nama pemuda itu, menatap langit dengan pandangan kosong, pikirannya melayang pada sosok yang selalu mengisi hari-harinya: Gina.
“Besok aku harus ikut pelatihan terakhir sebelum keberangkatan,” kata Gina, duduk di sampingnya. Suaranya tenang, tapi ada kegelisahan di matanya.
1 2

