Mainberita – Pernahkah Anda merasa ketiak basah dan sedikit berbau, padahal tidak sedang beraktivitas berat atau berada di cuaca panas?
Kondisi ini cukup umum dan bisa disebabkan oleh beberapa faktor biologis maupun kebiasaan sehari-hari. Mari kita bahas penyebabnya secara medis dan praktis.
1. Kelenjar Keringat Aktif
Tubuh manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat utama: ekrin dan apokrin.
- Kelenjar ekrin tersebar di seluruh tubuh dan berfungsi untuk mendinginkan tubuh.
- Kelenjar apokrin, yang terletak di area seperti ketiak dan selangkangan, menghasilkan keringat yang lebih kental dan kaya protein.
Keringat dari kelenjar apokrin ini tidak berbau, namun ketika bereaksi dengan bakteri alami di kulit, bisa menghasilkan bau yang khas.
Jadi, meskipun aktivitas fisik rendah, keringat tetap bisa diproduksi oleh kelenjar apokrin karena dipicu oleh stres, hormon, atau suhu tubuh.
2. Pengaruh Hormon dan Stres
Tanpa aktivitas fisik pun, tubuh tetap merespons stres emosional atau kecemasan dengan memproduksi keringat—terutama di ketiak. Ini adalah reaksi alami tubuh yang sering disebut sebagai “stress sweat”.

