Mainberita – Setiap generasi memiliki karakteristiknya sendiri. Menariknya, jika melihat anak-anak usia 16 tahun saat ini terutama mereka yang masih duduk di bangku SMA banyak yang tampak jauh lebih realistis, visioner, dan sadar masa depan dibanding generasi sebelumnya. Fenomena ini tampak dari pola pikir hingga gaya hidup mereka.
Misalnya, belakangan ini cukup mudah menjumpai remaja laki-laki usia 16 tahun yang memilih menghabiskan masa liburan sekolah di gym, fokus berolahraga, dan membentuk tubuh ideal demi kesehatan dan kepercayaan diri.
Hal seperti ini jarang sekali ditemukan pada generasi yang sama beberapa tahun lalu.
Coba mundur ke tahun 2017. Remaja usia 16 di masa itu termasuk penulis sendiri lebih banyak menghabiskan liburan untuk bersantai, bepergian, nongkrong, atau bermain gadget.
Pikiran mereka cenderung masih ‘ringan’: bagaimana caranya liburan menyenangkan, kemana lagi ingin jalan-jalan, atau bagaimana seru-seruan dengan teman.
Lalu, Kenapa Anak SMA Sekarang Lebih Realistis?
Fenomena ini tidak datang tiba-tiba. Ada beberapa faktor yang memengaruhi melihat dari beberapa kebiasaan yang dibagikan di media sosial:
1. Akses Informasi Lebih Luas
Anak SMA sekarang tumbuh dengan internet dan media sosial yang semakin mendidik. Konten motivasi, tips pengembangan diri, gaya hidup sehat, hingga kisah sukses mudah diakses dari YouTube, TikTok, hingga Instagram. Paparan informasi ini membentuk pola pikir lebih dewasa sejak dini.
2. Lingkungan Kompetitif
Persaingan di era digital kian ketat. Banyak remaja menyadari sejak awal bahwa mereka harus mempersiapkan diri lebih baik jika ingin punya masa depan cerah. Tubuh bugar, pola hidup disiplin, dan mindset realistis dianggap modal penting untuk bersaing di dunia nyata.

