Mainberita – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi perbincangan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Program ini dirancang untuk meningkatkan asupan gizi, khususnya bagi anak-anak usia dini, melalui penyediaan makanan siap saji yang memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian.
Namun, pelaksanaan program di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah kendala teknis memicu kritik dari masyarakat hingga akhirnya menjadi perhatian serius bagi sejumlah pihak, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Usulan Alternatif: Bantuan Tunai
Menanggapi berbagai tantangan tersebut, DPR sempat mengusulkan agar program MBG diganti dari bentuk makanan siap saji menjadi bantuan tunai langsung kepada orang tua siswa.
Gagasan ini mencuat karena dinilai bisa lebih efisien dan memberikan fleksibilitas bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
Tanggapan Pemerintah: Distribusi Makanan Masih yang Terbaik
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pemerintah tetap menganggap skema makanan siap saji sebagai opsi terbaik saat ini. Ia menyebut, berbagai ide memang telah lama muncul, namun tidak ada yang lebih unggul satu sama lain secara mutlak.

