Mainberita Tulungagung – Pada era sekarang, kecintaan masyarakat terhadap sound horeg atau sound karnaval meningkat pesat. Dari sekadar hiburan jalanan, kini sound karnaval telah menjadi bagian penting dari ekspresi kreatif warga, terutama dalam rangkaian perayaan HUT Republik Indonesia.
Hampir di setiap desa, suara dentuman bass dan irama remix mengiringi arak-arakan peserta karnaval yang penuh warna. Kreativitas warga benar-benar patut diapresiasi, mulai dari kostum, mobil hias, hingga tata panggung mini di atas truk.
Namun, di balik semaraknya karnaval, tak sedikit warga yang mulai merasa terganggu. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengeluh terhadap dentuman sound itu,
“Karnaval boleh saja, asal tidak mengganggu. Kalau check sound sampai jam 23.00 atau bahkan lewat tengah malam, jelas mengganggu. Belum lagi saat pelaksanaannya yang kadang molor hingga jam 1 atau 2 dini hari. Itu waktu istirahat, lho.”

