Mainbeeita – Belakangan ini, tren cutting sugar atau mengurangi konsumsi gula semakin populer, terutama di kalangan anak muda dan pegiat hidup sehat.
Banyak orang mulai mengganti minuman manis dengan infused water, menghindari dessert, hingga berhenti total minum kopi susu kekinian.
Tapi, sebenarnya — apakah tren ini memang benar-benar baik untuk kesehatan, atau hanya sekadar gaya hidup yang sedang viral?
Kesadaran akan bahaya gula berlebih semakin meningkat. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa konsumsi gula masyarakat Indonesia masih melebihi batas aman, yakni 50 gram per hari (setara 4 sendok makan).
Padahal, gula berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Tren cutting sugar muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap kebiasaan makan manis yang sudah mengakar di masyarakat — dari minuman teh manis, kue, hingga makanan olahan.
Apakah Mengurangi Gula Itu Baik?
Jawabannya: iya, sangat baik, selama dilakukan dengan cara yang sehat dan seimbang.
Tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi, tetapi dalam jumlah yang wajar.
Terlalu banyak asupan gula dapat menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah dan membuat tubuh mudah lelah serta rentan terhadap penyakit metabolik.
Sebaliknya, mengurangi gula membantu menjaga kestabilan energi, mencegah penumpukan lemak, dan meningkatkan fokus.
Jadi, cutting sugar bukan sekadar tren — tapi salah satu langkah penting menuju gaya hidup yang lebih sehat.
Manfaat Cutting Sugar untuk Tubuh
Berikut beberapa manfaat nyata yang bisa dirasakan ketika mulai mengurangi konsumsi gula:
1. 🍃 Menurunkan Risiko Diabetes dan Obesitas
Gula berlebih meningkatkan kadar insulin dan menyebabkan tubuh menimbun lemak. Dengan mengurangi gula, risiko kedua penyakit ini bisa berkurang secara signifikan.
2. 💧 Meningkatkan Kesehatan Kulit

