Mainberita Tulungagung – Di balik kerasnya jalur dan elevasi menantang Candi Dadi, Roof Of Tulungagung juga menghadirkan ruang yang hangat untuk berbagi cerita. Salah satunya lewat sesi Meet & Greet yang berlangsung penuh keakraban, tawa, dan inspirasi bersama para narasumber yang punya peran penting dalam ekosistem lari di Tulungagung.
Hadir dalam sesi ini Bu Dendy dari Nyoklat Klasik dan Pak Hendri dari Graha Mitra, dua sosok yang tidak hanya dikenal sebagai pendukung event, tetapi juga pecinta dunia lari. Obrolan dipandu santai namun berbobot oleh Coach Rheza dan Mbak Irna, membuat suasana diskusi terasa cair dan dekat dengan peserta.

Perbincangan dimulai dari cerita personal, kapan pertama kali jatuh cinta pada lari, bagaimana proses beradaptasi dengan trail run yang menuntut fisik dan mental, hingga pengalaman-pengalaman jatuh bangun yang justru membuat olahraga ini semakin dicintai. Setiap narasumber berbagi sudut pandang berbeda, namun satu benang merah terasa kuat, lari bukan sekadar olahraga, melainkan perjalanan menemukan diri sendiri.
Diskusi kemudian mengerucut pada alasan para narasumber mendukung terselenggaranya Roof Of Tulungagung. Tanpa ragu, mereka sepakat bahwa event ini merupakan event trail run paling matang yang pernah digelar di Tulungagung. Mulai dari perencanaan, manajemen lomba, hingga perhatian pada detail perlengkapan peserta.
Salah satu poin yang paling disorot adalah penggunaan Timing Chip. Teknologi timing system ini menjadi catatan sejarah tersendiri, karena baru pertama kalinya event trail run di Tulungagung menggunakan sistem pencatatan waktu berbasis teknologi, sehingga setiap peserta memiliki data waktu yang akurat dan terukur.

