MainBeritaTulungagung – Upaya penjaminan mutu makanan dalam program penguatan gizi di lingkup Kabupaten Tulungagung terus dikebut. Hingga Selasa (20/1) kemarin, Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Tulungagung mencatat mayoritas Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, kini sudah mengantongi standar kelayakan kesehatan.
Koordinator BGN Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, menjelaskan bahwa dari total puluhan titik layanan yang tersebar, sebagian besar telah dinyatakan memenuhi syarat melalui Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal ini jadi krusial untuk memastikan distribusi gizi ke masyarakat tetap higienis dan aman konsumsi. “Tulungagung sekarang yang operasional 70,” ujar Sebrina.
Dari jumlah tersebut, Sebrina memerinci bahwa proses sertifikasi terus berjalan beriringan dengan operasional di lapangan. Saat ini, tercatat sudah ada 51 unit SPPG yang secara resmi memegang dokumen SLHS, sementara sisanya masih dalam tahap pemenuhan persyaratan administratif maupun teknis. “Ada 51 titik yang lainnya berproses,” imbuhnya.
Tak hanya berfokus pada legalitas fisik bangunan dan kebersihan, BGN juga tengah memetakan potensi penambahan titik layanan di seluruh wilayah Tulungagung. Sebrina memaparkan adanya tren kenaikan target jumlah SPPG jika dibandingkan dengan rencana awal. Hal ini dipicu oleh meningkatnya jumlah penerima manfaat yang terdata di lapangan.

