Mainberita – Ikan sapu-sapu dikenal sebagai salah satu spesies invasif yang sulit dikendalikan. Di berbagai perairan, termasuk sungai-sungai di Jakarta, keberadaannya semakin mendominasi dan mengancam keseimbangan ekosistem. Populasinya yang terus meningkat membuat berbagai upaya penanganan dilakukan untuk menekan jumlahnya agar tidak semakin merusak lingkungan.
Salah satu metode yang kerap diterapkan adalah mematahkan tubuh ikan sapu-sapu sebelum kemudian dikubur. Meski terlihat sederhana, langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pertimbangan ilmiah dan dampaknya terhadap lingkungan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan, menyatakan pihaknya tengah mengkaji berbagai usulan terkait penanganan ikan sapu-sapu, termasuk masukan dari sejumlah pihak.
Saat ini, pemerintah daerah berkoordinasi dengan akademisi, lembaga riset, praktisi, serta pemerintah pusat untuk merumuskan metode yang efektif, efisien, serta tetap memperhatikan aspek kesejahteraan hewan dan nilai-nilai yang berlaku.
Secara biologis, ikan sapu-sapu memiliki daya tahan yang tidak biasa. Hewan ini mampu bertahan hidup meski berada di luar air dalam jangka waktu tertentu. Kemampuan tersebut berasal dari mekanisme tubuhnya yang dapat memperlambat aktivitas metabolisme ketika berada dalam kondisi minim air. Akibatnya, meskipun terlihat tidak bergerak, organ tubuhnya masih tetap berfungsi.
Pada umumnya, ikan bernapas menggunakan insang yang menyerap oksigen dari air. Namun, ketika berada di darat, fungsi insang menurun karena tidak lagi dapat bekerja secara optimal. Kondisi ini memang akan menyebabkan ikan kekurangan oksigen dan akhirnya mati, tetapi prosesnya tidak selalu berlangsung cepat.
Inilah alasan utama mengapa ikan sapu-sapu tidak cukup hanya dibuang di daratan. Jika dibiarkan begitu saja, masih ada kemungkinan ikan tersebut bertahan hidup. Bahkan, ketika hujan turun, ikan yang tergeletak di tanah berpotensi terbawa aliran air kembali ke sungai dan hidup lagi di habitatnya.
Mengubur ikan sapu-sapu menjadi langkah penting untuk memastikan spesies ini benar-benar mati dan tidak kembali mengganggu ekosistem perairan. Dengan cara ini, risiko penyebaran ulang dapat diminimalkan secara signifikan.
Upaya pengendalian ikan sapu-sapu membutuhkan pendekatan yang tepat dan konsisten. Selain metode pemusnahan, diperlukan juga strategi jangka panjang agar populasi ikan invasif ini tidak terus meningkat dan merusak keseimbangan lingkungan. (***)



