Era Tren Ghosting, Ini Alasan Pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi Dianggap “Relationship Goals” oleh Gen Z

Mainberita – Pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi menjadi salah satu topik paling ramai dibicarakan netizen, khususnya Generasi Z, di media sosial beberapa waktu terakhir.

Bukan hanya karena keduanya sama-sama populer, tetapi karena banyak anak muda menganggap hubungan mereka sebagai gambaran “percintaan ideal” di tengah maraknya hubungan toxic, ghosting, hingga hubungan tanpa kepastian yang sering dialami Gen Z saat ini.

Di TikTok maupun Instagram, komentar seperti:
“finally healthy relationship,”
“ini baru cowok serius,”
hingga
“semoga dapet hubungan kayak mereka”
terus bermunculan di unggahan tentang pasangan tersebut.

Lalu sebenarnya, kenapa hubungan hingga pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi dianggap begitu ideal oleh netizen Gen Z?

  1. Berawal dari Pertemanan, Bukan Gimmick Berlebihan

Salah satu hal yang membuat banyak netizen menyukai hubungan mereka adalah karena keduanya terlihat memulai hubungan secara natural.

Hubungan Syifa dan El diketahui berawal dari pertemanan lama yang kemudian berkembang setelah keduanya sama-sama single. Bahkan kedekatan mereka disebut mulai terbangun lewat DM Instagram sebelum akhirnya semakin intens. (Popbela.com)

Bagi Gen Z, pola hubungan seperti ini terasa lebih realistis dibanding hubungan instan penuh sensasi.

Baca Juga  Polemik Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Berlanjut, Akun Instagram Ahmad Dhani Sempat Hilang hingga Diduga Diretas

Apalagi di era media sosial sekarang, banyak hubungan publik figur dianggap terlalu dibuat-buat demi konten atau popularitas. Sementara hubungan Syifa dan El justru dinilai lebih tenang dan tidak terlalu dramatis.

2. Di Tengah Tren Ghosting, El Dinilai Memberi Kepastian

Alasan terbesar mengapa hubungan mereka begitu disukai Gen Z adalah karena banyak anak muda hari ini hidup di tengah budaya hubungan yang serba tidak jelas.

Mulai dari:

  • HTS,
  • situationship,
  • komunikasi intens lalu asing,
  • hingga ghosting setelah dekat.

Karena itu, ketika melihat El Rumi membawa hubungan dengan Syifa ke arah serius hingga pernikahan, banyak netizen merasa hubungan tersebut seperti “langka”.

Hubungan mereka dianggap menunjukkan bentuk komitmen yang jarang ditemukan dalam kultur percintaan digital Gen Z saat ini:
mendekat dengan jelas,
memperkenalkan ke keluarga,
dan melanjutkan hubungan ke jenjang serius.

Bagi banyak anak muda, itu terasa jauh lebih romantis dibanding sekadar kata-kata manis di media sosial.

3. Dinilai Se-Frekuensi dan Membawa Pengaruh Positif

Baca Juga  Arti ‘Syududu’ Viral di Media Sosial, Apa Sebenarnya Aerti Ucapan Mama Ghufron Itu?

Netizen juga melihat hubungan mereka bukan hanya soal visual pasangan serasi, tetapi karena keduanya tampak membawa pengaruh baik satu sama lain.

Dalam sebuah wawancara, El Rumi mengaku dirinya menjadi lebih religius setelah menjalin hubungan dengan Syifa Hadju karena terbawa kebiasaan baik sang pasangan. (https://celebrity.okezone.com/)

Sementara Syifa juga pernah mengungkap bahwa dirinya merasa hubungan mereka berjalan nyaman karena sama-sama nyambung dan memiliki visi yang sejalan. (Popbela.com)

Hal-hal seperti ini membuat banyak Gen Z merasa hubungan mereka terlihat lebih dewasa dibanding hubungan yang hanya dipenuhi konten romantis sesaat.

4. Family Approval Jadi Nilai Tambah

Hal lain yang membuat publik semakin mendukung hubungan mereka adalah penerimaan keluarga.

Kedekatan Syifa dengan keluarga El beberapa kali terlihat di media sosial dan mendapat respons positif dari netizen. Bahkan Maia Estianty disebut memberi kesan baik terhadap Syifa Hadju. (Gen Z Daily – Explore Your Future)

Bagi Gen Z, hubungan yang direstui keluarga dianggap memberi rasa aman dan menunjukkan keseriusan hubungan.

Karena itulah banyak netizen menyebut hubungan mereka terasa “green flag”.

Baca Juga  Maia Estianty Santai Hadapi Sindiran Ahmad Dhani, Celetukannya Saat Live Jadi Sorotan Netizen

5. Hubungan yang Terlihat Tenang di Tengah Drama Internet

Di tengah media sosial yang penuh konflik pasangan, saling sindir, perselingkuhan, hingga konten putus cinta, hubungan Syifa dan El justru dianggap tenang.

Mereka jarang terlihat mengumbar konflik atau gimmick berlebihan untuk menarik perhatian publik.

Justru kesan kalem, santai, dan tidak terlalu haus validasi itulah yang membuat banyak Gen Z merasa hubungan mereka terlihat sehat.

Karena pada akhirnya, Generasi Z sebenarnya bukan tidak percaya cinta.

Mereka hanya terlalu sering melihat hubungan yang:
datang cepat,
intens sesaat,
lalu hilang tanpa penjelasan.

Maka ketika melihat pasangan yang terlihat tumbuh perlahan namun berakhir di pelaminan, banyak anak muda merasa masih ada hubungan yang benar-benar dibangun dengan niat serius.

Dan mungkin itulah sebabnya pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi dianggap sebagai “relationship goals” oleh banyak netizen Gen Z: bukan karena mereka sempurna, tetapi karena hubungan mereka memberi harapan bahwa cinta yang tenang dan jelas masih mungkin ada di era hubungan serba abu-abu hari ini. (jhn)

- Advertisment -spot_img

Most Popular