JEMBLUNG YANG TERLUPAKAN, WARISAN BUDAYA TULUNGAGUNG YANG MENUNGGU DIBANGUNKAN KEMBALI

Mainberita Tulungagung – Di tengah derasnya arus budaya modern dan gempuran hiburan digital, sebuah kesenian tradisional yang pernah hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Tulungagung kembali dipanggungkan. Bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah upaya mengingatkan masyarakat bahwa Tulungagung memiliki warisan budaya yang nyaris terlupakan: Seni Jemblung.

Melalui kegiatan Sarasehan dan Pagelaran Jemblung Tulungagung, Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) Tulungagung bersama Forum Sarasehan Seni dan Budaya (ForSABDA) menghadirkan maestro Jemblung, Ki Dhalang Muselam dari Desa Picisan, Kecamatan Sendang, di Lotus Garden Tulungagung, Jumat malam (29/5). Acara tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan untuk kembali merawat identitas budaya lokal yang mulai tergerus zaman.

Laksda (Purn) Harry Yuwono, selaku tuan rumah Lotus Garden

Dalam sambutannya, Laksda (Purn) Harry Yuwono, selaku tuan rumah Lotus Garden, mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin jarangnya pertunjukan Jemblung digelar di Tulungagung.

Baca Juga  Steven Wongso Tegaskan Masuk Islam Bukan Karena Hubungan dengan Arafah

Menurutnya, kesenian ini dahulu pernah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Namun seiring perkembangan zaman, gaungnya perlahan memudar hingga nyaris tidak terdengar lagi.

Jemblung ini sebenarnya bukan kesenian asing bagi Tulungagung. Dulu pernah hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Bahkan sampai hari ini masih ada kelompok Jemblung yang bertahan di Desa Picisan, Kecamatan Sendang. Ini menjadi bukti bahwa akar budaya tersebut masih ada dan harus dijaga,” ujarnya.

Bopo Harry menilai keberadaan kelompok Jemblung di Desa Picisan menjadi jejak penting bahwa seni tradisi tersebut belum sepenuhnya hilang. Desa yang berada di kawasan lereng Wilis itu memang dikenal memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang masih dijaga masyarakatnya.

Lebih lanjut, ia berharap generasi muda Tulungagung dapat mengenal kembali kesenian Jemblung, bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas daerah.

Baca Juga  E-Sport Jadi Magnet Wisata Baru : Turnamen Mobile Legend & E-Football di Lotus Garden Tulungagung salah satunya.

Kalau ingin lestari, kesenian ini harus terus dipentaskan. Harus diberi ruang. Harus ada konsistensi. Anak-anak muda tidak mungkin mencintai sesuatu yang tidak pernah mereka lihat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui dokumentasi atau cerita dari generasi ke generasi. Kesenian tradisional membutuhkan panggung, penonton, dan regenerasi agar tetap hidup.

Sarasehan yang menghadirkan sejumlah budayawan dan pelaku seni itu juga mengupas pentingnya menjaga warisan budaya lokal di tengah perbedaan generasi. Seni tradisi seperti Jemblung dinilai memiliki nilai edukasi, filosofi kehidupan, hingga pesan moral yang relevan sepanjang zaman.

Pagelaran malam itu menjadi momen istimewa ketika Ki Dhalang Muselam kembali membawakan Jemblung di hadapan masyarakat. Suara tutur, humor khas rakyat, petuah kehidupan, serta nuansa tradisi yang dibawakannya seolah membawa penonton kembali pada masa ketika kesenian rakyat menjadi media hiburan sekaligus pendidikan masyarakat.

Baca Juga  Jadi Anggota Satgas P2SP, Kementerian ATR/BPN Genjot Penyelesaian RDTR dan Integrasi ke OSS

Di tengah gemerlap budaya populer, Jemblung memang terlihat kecil. Namun justru dari kesederhanaannya tersimpan kekayaan nilai yang tak tergantikan.

Kini, harapan itu kembali mengemuka dari Lotus Garden. Bahwa suatu saat nanti, Jemblung tidak lagi menjadi kesenian yang terlupakan, melainkan kembali menjadi kebanggaan masyarakat Tulungagung. Sebab ketika sebuah budaya kehilangan penontonnya, ia akan perlahan mati. Tetapi ketika masyarakat kembali memberi ruang, budaya akan menemukan jalan untuk hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Jemblung bukan sekadar seni pertunjukan. Ia adalah suara masa lalu yang masih ingin didengar oleh masa depan.” (RED)

 

- Advertisment -spot_img

Most Popular