Namun drama Roof Of Tulungagung belum usai.
Di menit-menit terakhir cut off time, lintasan kembali menahan napas. Chindi, peraih podium 2 kategori 7x Loop Wanita, berjuang di batas kemampuannya. Langkahnya berat, napasnya tersengal, namun matanya menolak menyerah. Detik demi detik berlalu, hingga akhirnya ia muncul di tikungan terakhir.

Saat Chindi memasuki garis finish, tangis pecah. Teman, sahabat, dan mereka yang menunggu sejak awal berdiri menyambutnya dengan air mata haru. Tidak ada teriakan kemenangan, yang ada hanya pelukan, isak, dan rasa syukur. Ia menuntaskan race di menit akhir, tepat sebelum waktu menutup pintunya.

Di Candi Dadi hari itu, podium bukan sekadar tempat berdiri. Ia adalah altar kecil bagi mereka yang telah menaklukkan rasa takut, lelah, dan keraguan dalam diri.

Dua kisah, satu pesan yang sama:
Juara sejati bukan hanya mereka yang tercepat, tetapi mereka yang mampu mengalahkan diri sendiri.
Sampai jumpa di Roof Of Tulungagung tahun depan.
URUS DIRIMU!

