Seluruh data bidang tanah yang telah dipetakan juga dirilis untuk publik sebagai bagian dari edukasi dan upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan tata kelola pertanahan. Pada aplikasi Bhumi, pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur seperti Peta Interaktif, Pencarian Lokasi, Informasi Bidang Tanah Terpetakan, Informasi Zona Nilai Tanah, dan informasi geospasial lainnya.
Bhumi turut dilengkapi sejumlah keunggulan teknis yang membuatnya lebih fleksibel bagi pengguna. Keunggulan tersebut meliputi free and open source, tampilan informatif, analisis spasial on screen, open standard, serta visualisasi data 3D dari format BIM. Harison menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan data terbuka seperti Bhumi memerlukan dukungan lintas sektor. Ia menambahkan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi kunci untuk mewujudkan tata kelola pertanahan yang transparan dan akuntabel. (*)

