Data Kegempaan
BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan berupa 113 kali guguran lava. Guguran tersebut memiliki amplitudo antara 2–37 mm dengan durasi gempa berkisar 38,83 hingga 200,28 detik, menunjukkan aktivitas magma yang masih aktif.
Potensi Bahaya
BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya utama saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas yang berpotensi meluncur ke sejumlah sektor, khususnya:
- Sektor selatan–barat daya
- Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer
- Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak luncur maksimal 7 kilometer
- Sektor tenggara
- Sungai Woro dengan jarak luncur maksimal 3 kilometer
- Sungai Gendol dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer
Selain itu, BPPTKG juga mengingatkan potensi lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif, yang dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.
Curah hujan selama periode pengamatan tercatat sebesar 2 mm per hari, yang tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu potensi aliran lahar di sungai-sungai berhulu di Gunung Merapi.
Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk tetap waspada, mematuhi rekomendasi BPPTKG, serta tidak beraktivitas di zona berbahaya sesuai status Siaga yang masih berlaku. (***)
