Meski pertarungan tetap digelar di ring dengan peraturan tinju, banyak yang menilai ini lebih sebagai ajang gimmick atau hiburan yang sarat endorsement brand.
Meski kerap menampilkan influencer, Byon Combat tidak sepenuhnya lepas dari unsur pertarungan profesional. Contohnya di Byon Combat 5, duel utama justru mempertemukan Aziz “The Krauser” Calim, atlet kickboxing peraih emas SEA Games, melawan Jekson “KKAjhe” Karmela, petarung nasional dengan jam terbang tinggi. Pertarungan mereka digelar dengan standar kompetisi resmi dan dipimpin wasit profesional.
Dengan demikian, Byon Combat tetap membuka panggung bagi atlet bela diri murni untuk unjuk gigi, meraih gelar, dan memperluas popularitas di luar arena kompetisi konvensional.
Konsep Byon Combat tidak bisa dilepaskan dari strategi hiburan era digital. Pertarungan profesional tetap menjadi daya tarik utama, namun kehadiran seleb TikTok atau influencer jelas membantu mendongkrak penonton, menjaring sponsor, dan menciptakan viralitas di media sosial.
Jadi, bisa dikatakan Byon Combat adalah kombinasi: ajang pertarungan serius untuk atlet profesional, sekaligus panggung hiburan untuk selebritas dunia maya. (*)

