Di era modern, meskipun ada perubahan dalam cara bersilaturahmi, seperti melalui video call bagi mereka yang berjauhan, makna sungkem tetap tidak berubah.
Esensinya adalah bentuk penghormatan, kasih sayang, dan permohonan maaf yang tulus kepada orang tua serta anggota keluarga yang lebih tua.
Tradisi sungkem pada Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki akar dalam budaya dan ajaran Islam.
Lebih dari sekadar gestur fisik, sungkem mengajarkan nilai-nilai luhur seperti rasa hormat, kerendahan hati, dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga.
Oleh karena itu, tradisi ini patut dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya agar makna Lebaran tetap terasa hangat dan penuh berkah. (*)

