Selain berdampak pada kesehatan, rokok juga mencemari lingkungan. Sampah puntung rokok menjadi salah satu limbah yang sulit terurai dan mengandung zat kimia beracun yang dapat mencemari tanah serta sumber air.
Dari sisi ekonomi, kebiasaan merokok juga dapat membebani keuangan pribadi dan negara. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk rokok lebih tinggi dibandingkan dengan pengeluaran untuk pendidikan dan gizi anak. Sementara itu, biaya pengobatan penyakit akibat rokok menelan anggaran kesehatan yang besar.
Upaya Pengendalian dan Regulasi
Pemerintah terus berupaya mengurangi angka perokok melalui berbagai kebijakan, seperti kenaikan cukai rokok, perluasan area bebas rokok, serta kampanye edukasi tentang bahaya merokok. Namun, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam mengatasi gempuran iklan rokok yang kerap menyasar kalangan muda.
Masyarakat diharapkan semakin sadar akan bahaya rokok dan mulai mengurangi atau bahkan berhenti merokok demi kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

