Desa Penglipuran (Bali): mengenalkan tata kehidupan masyarakat yang disiplin menjaga adat dan lingkungan.
Melalui kunjungan semacam ini, anak-anak tidak hanya melihat, tetapi juga belajar menghargai keberagaman budaya Indonesia yang penuh nilai dan filosofi.
3. Pentas Seni dan Workshop Tradisional
Kegiatan menonton pementasan tari daerah, musik gamelan, atau wayang kulit bisa menjadi pengalaman pertama yang berkesan bagi anak-anak.
Sekolah juga bisa mengajak siswa mengikuti workshop membatik, menari tradisional, atau membuat topeng khas daerah.
Aktivitas seperti ini melatih kreativitas sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap seni budaya lokal.
4. Kebun Raya dan Taman Tematik Bertema Nusantara
Selain budaya, kekayaan alam Indonesia juga bagian penting dari identitas bangsa.
Tempat seperti Kebun Raya Bogor, Taman Pintar Yogyakarta, atau Eco Park Cibubur bisa dijadikan destinasi edukatif yang mengenalkan kearifan lokal dan hubungan manusia dengan alam.
Di sini, guru bisa mengaitkan antara tradisi masyarakat lokal dengan alam sekitarnya, seperti cara bertani tradisional atau tanaman khas tiap daerah.
5. Festival Budaya dan Pasar Tradisional
Anak-anak dapat diajak mengunjungi festival budaya daerah, seperti Festival Reog Ponorogo, Sekaten Yogyakarta, atau Bali Arts Festival.
Selain itu, pasar tradisional juga bisa menjadi tempat rekreasi edukatif — memperkenalkan kuliner khas, bahasa daerah, dan interaksi sosial masyarakat yang berbeda dengan suasana pusat perbelanjaan modern.
Rekreasi budaya bukan hanya tentang jalan-jalan, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kecintaan terhadap keberagaman.
Dengan mengenalkan budaya Indonesia sejak SD, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang bangga, peduli, dan siap menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi. (*)

