Sirkuit tersebut dibangun oleh Tom Ritz, seorang builder sirkuit BMX asal Amerika yang sudah berpengalaman mendesain trek untuk ajang BMX bergengsi dunia sekelas olimpiade dan kejuaraan dunia lainnya.
“Trek di sirkuit Banyuwangi merupakan salah satu yang terpanjang di dunia saat ini dengan total panjang lebih dari 400 meter. Juga ada 7 lintasan yang memiliki karakteristik berbeda sehingga memberikan tantangan yang lebih besar bagi para pembalap nasional maupun internasional,” urai Dadang.
Dadang menambahkan, pembangunan sirkuit supercross ini memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah salah satu seri World Cup.
Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sangat mengapresiasi pembangunan sirkuit supercross di Banyuwangi. Menurutnya, ini akan membawa berkah bagi Banyuwangi.
“Dengan nantinya digelar event dunia di sirkuit Banyuwangi, tentu akan memberikan dampak positif bagi ekonomi di Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Sebelumnya, sirkuit yang dibangun Pemkab Banyuwangi pada 2015 tersebut juga dikenal sebagai sirkuit BMX berstandar internasional. Di mana ada 17 tanjakan yang pembangunannya telah disesuaikan dengan standard Persatuan Balap Sepeda Internasional, Union Cycliste International (UCI).
Sirkuit yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare ini pertama kali digunakan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V tahun 2015 saat Banyuwangi menjadi tuan rumahnya.

