Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo mengajak seluruh masyarakat meneladani perjuangan para prajurit Lawadan sebagaimana tertulis dalam Prasasti Lawadan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menuntut usaha, ikhtiar, serta pengorbanan β βJer Basuki Mawa Beya.β Dengan menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan menjauhi sifat iri serta dengki, Tulungagung diyakini mampu menjadi daerah yang semakin kuat, sentosa, dan makmur.
Rangkaian upacara ditutup dengan pembacaan doa, wilujengan, serta pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan Bupati kepada Wakil Bupati dan Ketua DPRD sebagai simbol rasa syukur dan persatuan. Sebagai penutup yang paling ditunggu masyarakat, Buceng Lanang dan Buceng Wadon kembali diarak menuju gerbang pendopo untuk kemudian dibagikan kepada warga, membawa berkah dan sukacita bagi semua yang hadir.
Bersih Nagari 2025 tidak hanya menjadi seremoni adat, tetapi juga pengingat bahwa 820 tahun perjalanan Tulungagung adalah hasil kerja keras para leluhur dan generasi yang terus menjaga nilai-nilai luhur daerah ini.
Sumber Berita : PROKOPIM TULUNGAGUNG

