Pilih bagian yang cenderung empuk, seperti has luar, has dalam, atau bagian yang tidak terlalu banyak otot dan urat.
Gunakan teknik marinasi. Daging bisa direndam semalaman dengan bumbu lembut seperti bawang putih, kecap asin, minyak zaitun, dan nanas (enzim nanas membantu mengempukkan daging).
Gunakan palu daging untuk memukul daging hingga seratnya lebih halus.
Masak dengan api besar dan waktu singkat. Steak idealnya dimasak tidak terlalu lama agar tetap juicy.
Jangan lupa resting โ Biarkan daging istirahat beberapa menit setelah dimasak agar jus daging tidak keluar saat dipotong.
Alternatif Lain: Daging Kurban ala Steak
Kalau tetap sulit mendapatkan tekstur steak restoran, Anda bisa mencoba steak ala rumahan seperti:
Beef steak bumbu kecap: Daging dilumuri kecap manis, bawang, dan lada, lalu dipanggang atau dibakar.
Steak sambal matah: Potongan daging bakar disajikan dengan sambal khas Bali.
Steak geprek: Daging digoreng kering lalu digeprek dengan sambal.
Jadi, meski daging sapi kurban tidak selalu ideal untuk steak mewah, dengan teknik yang tepat, kamu tetap bisa menikmati sensasi steak rumahan dari daging kurban. Siapa tahu, ini jadi variasi baru menu Idul Adha di rumahmu! (*)

