Anggota DPD RI itu berharap para atlet memanfaatkan bonus yang mereka terima untuk membeli aset, seperti halnya tanah, rumah, atau emas. Kalau tidak, lanjutnya, lebih baik ditabung karena kejayaan atau keemasan mereka ada masanya.
“Atlet ini kasihan kalau tidak bisa memanfaatkan bonus ini dengan baik. Karena banyak atlet bergelimang uang di masa jayanya, tapi sengsara di masa tuanya. Jangan sampai hal itu terjadi pada atlet-atlet kita yang saat ini berprestasi,” jelas LaNyalla.
Selain dua hal itu, LaNyalla juga mendukung percepatan Puslatda Jatim proyeksi PON 2028 mendatang. “Lebih cepat puslatda digelar semakin baik, karena para atlet tidak terlalu lama vakum. Mereka bisa langsung fokus berlatih. Perkembangan mereka juga bisa terus termonitor dengan baik,” jelas LaNyalla.
Bagi LaNyalla, percepatan Puslatda Jatim ini sangat penting, karena bisa menentukan nasib para atlet. Hal ini mengacu pada beberapa atlet potensial yang memilih untuk putus di tengah jalan karena lebih memilih untuk bekerja.
“Saya kira Pemprov Jatim sudah tahu apa yang harus dilakukan agar pembinaan olahraga di Jatim berkesinambungan. Selain itu, atlet ini memiliki energi besar yang harus disalurkan dengan baik dan benar. Apalagi sudah terbukti, dengan olahraga bisa mencegah dan menghindarkan mereka dari hal negatif,” pungkas LaNyalla.

