“Pendopo ini adalah tempat untuk berdiskusi, merancang kebijakan, dan bekerja demi kesejahteraan masyarakat. Saya berharap tempat ini menjadi wadah bagi berbagai gagasan yang membawa manfaat luas,” imbuhnya, seperti dikutip dari Arah Jatim.
Melestarikan Tradisi Boyongan
Menurut Ketua Panitia H. Fuad Syaiful Anam, tradisi Boyongan ini adalah warisan adat yang harus terus dilestarikan.
Ia menekankan bahwa prosesi ini bukan hanya seremoni, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dalam kepemimpinan di Tulungagung.
Dengan pelaksanaan Boyongan Ageng yang sarat makna ini, diharapkan Bupati Gatut Sunu dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan dedikasi dan kebersamaan untuk kemajuan Kabupaten Tulungagung. (*)
1 2

