Mendengar hal tersebut, Mas Dhito langsung menginstruksikan jajarannya untuk membantu pengembangan usaha Sri, termasuk menyediakan rombong untuk dagangannya. Tak hanya itu, beasiswa pendidikan juga dijanjikan untuk kedua anak Sri, agar mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa kendala.
Mas Dhito mengapresiasi sikap Sri yang lebih mengutamakan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadinya. “Yang pertama ia minta bukan rombong, tetapi perbaikan sungai agar tidak menimbulkan masalah bagi banyak orang,” ujar Mas Dhito.
Bupati muda ini juga merasa bangga dengan semangat kemandirian Sri dan keluarganya, yang tetap berusaha tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.
Semangat seperti inilah yang, menurut Mas Dhito, patut menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya. (*)

