Boyongan Keprabon bukan sekadar perpindahan tempat tinggal bagi seorang pemimpin daerah. Tradisi ini memiliki makna mendalam dalam budaya pemerintahan, terutama di Jawa. Prosesi ini melambangkan peralihan kepemimpinan yang sah dan kesiapan pemimpin baru untuk mengemban tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
Dalam sejarahnya, boyongan sering kali dikaitkan dengan upacara adat kerajaan. Seorang pemimpin yang melakukan boyongan dianggap telah memasuki fase baru dalam tugasnya, bukan hanya sebagai kepala pemerintahan, tetapi juga sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya. Prosesi ini juga mencerminkan komitmen untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan mendekatkan diri kepada masyarakat.
Dengan resminya Bupati Gatut Sunu menempati rumah dinas, diharapkan kepemimpinan baru ini dapat membawa Tulungagung ke arah yang lebih maju dan sejahtera. Acara ini ditutup dengan doa dan ramah tamah, menandai awal perjalanan baru dalam membangun daerah yang lebih baik.

