MainBeritaTulungagung – Kepastian jumlah jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Tulungagung yang telah merampungkan kewajiban administrasi akhirnya menemui titik terang. Hingga Jumat (23/1) lalu, tercatat ribuan JCH siap menunggu jadwal keberangkatan menuju tanah suci.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, Suryani menjelaskan, bahwa dinamika pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) menunjukkan tren positif. Meskipun mayoritas jamaah sudah melunasi pada tahap awal, masih terdapat pergerakan data hingga detik-detik terakhir masa perpanjangan yang dibuka oleh pemerintah pusat.
“Alhamdulillah jamaah di Tulungagung yang melunasi tahap 1 dan 2 itu sebanyak 1.192 orang. Kemudian pemerintah melalui Kementerian Haji itu membuka perpanjangan pelunasan tahap kedua sampai dengan hari ini terakhir. Tulungagung ada empat orang (yang melunasi di hari perpanjangan),” ujar Suryani saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Dengan tambahan tersebut, total jamaah yang telah melakukan pelunasan kini mencapai 1.196 orang. Namun, Suryani mengingatkan bahwa jumlah tersebut masih bersifat dinamis terkait kepastian keberangkatan tahun ini.
Hal ini disebabkan kuota Jawa Timur yang hanya tersedia untuk 42.409 orang, sementara total jamaah yang sudah melunasi di tingkat provinsi telah melampaui angka 43.000 orang. Kondisi surplus ini membuat sebagian jamaah kategori cadangan kemungkinan besar baru akan diberangkatkan pada musim haji tahun berikutnya.
Mengenai persiapan teknis, Kemenag Tulungagung saat ini tengah memacu penyelesaian dokumen perjalanan. Proses pemindaian dan pengiriman paspor ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur terus dikebut guna keperluan penerbitan visa. Selain urusan dokumen, agenda bimbingan manasik juga menjadi prioritas utama yang harus segera dirampungkan dalam waktu dekat.
Sesuai instruksi, manasik haji akan digelar sebanyak lima kali, dengan rincian satu kali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan. Seluruh rangkaian simulasi ibadah tersebut dipatok harus selesai setidaknya empat minggu sebelum jadwal keberangkatan kloter pertama pada 21 April mendatang. Artinya, sebelum 21 Maret, seluruh jamaah harus sudah mengantongi bekal tata cara ibadah secara tuntas.
Terkait posisi keberangkatan, pria ramah tersebut membeberkan hasil musyawarah di tingkat wilayah kerja (Wilker) Kediri yang meliputi tujuh kabupaten dan kota. Berdasarkan sistem rotasi, tahun ini Tulungagung dipastikan menempati posisi terdepan untuk urutan keberangkatan di lingkup Wilker Kediri.

