3. Latihan Senam Mata
Beberapa latihan mata dipercaya bisa membantu memperkuat otot mata dan mengurangi ketergantungan pada kacamata. Contohnya:
- Melihat objek dekat dan jauh secara bergantian
- Menggerakkan bola mata ke kanan-kiri dan atas-bawah
- Palming: menutupi mata dengan telapak tangan tanpa menekan, sambil rileks
Meskipun tidak selalu terbukti secara medis, latihan ini dapat membantu mengurangi kelelahan mata.
4. Konsumsi Makanan yang Baik untuk Mata
Vitamin dan mineral tertentu penting untuk kesehatan mata, seperti:
- Vitamin A: wortel, ubi, bayam
- Vitamin C dan E: buah jeruk, kiwi, kacang-kacangan
- Zinc dan Omega-3: ikan laut, telur, biji chia
Pola makan sehat membantu memperkuat retina dan memperlambat perkembangan miopia.
5. Menggunakan Kacamata atau Lensa Kontak yang Tepat
Pemakaian kacamata atau lensa yang sesuai sangat penting. Menggunakan ukuran minus yang salah justru bisa memperburuk kondisi. Pastikan rutin memeriksakan mata ke dokter spesialis mata setiap 6โ12 bulan.
6. Terapi Ortho-K (Ortho-Keratology)
Ini adalah metode menggunakan lensa khusus saat tidur untuk membentuk ulang kornea mata.
Banyak digunakan untuk anak-anak dan remaja dengan minus ringan hingga sedang. Efeknya bersifat sementara, namun sangat membantu mengontrol pertambahan minus.
7. Operasi Refraksi (LASIK atau SMILE)
Jika ingin hasil permanen, prosedur medis seperti LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) atau SMILE (Small Incision Lenticule Extraction) bisa menjadi pilihan.
Tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis mata dan hasilnya bisa menghilangkan kebutuhan kacamata.
Mata minus bisa dikendalikan dan bahkan dikurangi melalui gaya hidup sehat, terapi alami, dan pilihan medis.
Kunci utamanya adalah menjaga kebiasaan visual yang baik sejak dini, rutin memeriksakan mata, serta berkonsultasi dengan dokter jika minus terus bertambah. (*)

