Cinta menekankan bahwa Raja Ampat adalah warisan alam luar biasa yang seharusnya dijaga, bukan dieksploitasi. Ia menyebut wilayah tersebut sebagai salah satu “surga terakhir di dunia”, yang kini terancam oleh kerusakan hutan, pencemaran air, dan kerusakan ekosistem laut akibat aktivitas penambangan nikel yang katanya demi “kemajuan”. Namun ia mempertanyakan, “Kemajuan untuk siapa?”
Lebih lanjut, Cinta menyoroti kesulitan yang kini dihadapi warga Papua. Banyak masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti memandikan anak. Para nelayan pun semakin sulit mencari ikan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. (*)
1 2

