Mainberita ComedyX – Kalau masih ada yang mengira lari cuma soal pace, podium, dan waktu tercepat, mungkin mereka belum pernah berpapasan dengan COMEDY X di jalur Roof of Tulungagung.
Di sini, lari bukan sekadar olahraga. Ia adalah soal cerita. Soal tawa. Soal kebersamaan yang kadang absurd, sering konyol, tapi selalu jujur.
Ambil contoh Pak Yeyen, Ko Hendri, dan Rivco. Tiga orang ini datang bukan untuk adu cepat, tapi adu setia. Sejak start, mereka sudah sepakat pada satu filosofi hidup yang jarang diajarkan di lomba lari, Start Together, Finish Together.
Bukan karena salah satu paling kuat, tapi karena kalau ada yang ngilang duluan, yang lain nanti bingung mau bercanda sama siapa di jalur.

Di tikungan lain, ada Ela. Sempat terjatuh, lutut kenal tanah, tapi semangat tetap berdiri. Alih-alih drama, Ela memilih bangkit dan lanjut lari. Hasil akhirnya? Bukan cuma finish, tapi potensial winner 4.
Dari jatuh ke hampir podium, COMEDY X menyebutnya sederhana saja, jatuh boleh, nyerah jangan! Apalagi Manja. wkwkwkwkwkwk

Lalu ada ANZI, yang hari itu harus mengambil keputusan berat DNF. Luka di tubuh memaksa berhenti, meski semua tahu, luka di perasaan sebenarnya lebih dalam. Tapi di COMEDY X, DNF bukan aib. Namun seperti kebiasannya Comedy, bulian akan bertahan minimal 1 bulan kedepan.

Kadang, berhenti adalah bentuk paling dewasa dari mendengarkan tubuh… dan hati yang sedang butuh es teh manis.

