
Sementara itu, Chindy memilih berdamai dengan rasa capek. 7x Loop dituntaskan dengan selisih tipis dari Cut Off Time, cukup tipis sampai napas penonton ikut tegang. Finish-nya berbuah Podium 2 kategori Wanita.
Bukan cuma soal peringkat, tapi tentang bertahan ketika kepala sudah bernegosiasi serius dengan kaki untuk berhenti.

Yang membuat COMEDY X semakin layak disebut “COMEDY” adalah mereka tak hanya berlari.
Sebagian teman-teman lain memilih peran mulia sebagai cheering, teriak tanpa malu, memberi semangat dengan suara serak. Ada juga yang “bersedekah” menjadi panitia, bantu sana-sini, kadang lupa sudah tidur atau belum. Tapi satu hal pasti semua hadir dengan sepenuh hati

Di Roof of Tulungagung, COMEDY X menunjukkan bahwa:
lari bisa serius tanpa kehilangan tawa, jatuh bisa lucu tanpa kehilangan makna, dan kebersamaan tak perlu struktur untuk tetap solid.
Karena bagi COMEDY X, lari bukan cuma soal pace dan podium, tapi soal cerita, tawa, dan kebersamaan yang absurd tapi jujur. Dan cerita-cerita itulah yang selalu membuat mereka ingin kembali berlari.

URUS DIRIMU!

