Pernyataan tersebut memicu kekecewaan di kalangan massa aksi. Mereka tetap bertahan dan mencoba menerobos kawat berduri yang mengelilingi gedung DPRD Jatim. Adu mulut hingga aksi dorong pun tak terhindarkan.
Untuk meredam situasi dan membubarkan massa, kepolisian akhirnya menembakkan water cannon. Beberapa mahasiswa juga diamankan dan dibawa ke dalam Gedung DPRD Jatim.
Demonstrasi yang awalnya bertujuan menyampaikan aspirasi akhirnya berujung ricuh.
Insiden ini menjadi bukti bahwa hubungan antara mahasiswa dan pemerintah masih diwarnai ketegangan dalam perjuangan menyuarakan kepentingan rakyat. (*)
1 2

