“Ekonomi kreatif lahir dari ide, imajinasi, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat kreativitas, inovasi, dan kecintaan terhadap produk lokal, khususnya batik Tulungagung,” ujar bupati.
Dukungan penuh Pemkab Tulungagung terlihat dari kehadiran jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD. Mereka ikut menyaksikan berbagai karya batik yang dipamerkan, sekaligus berdialog dengan para pelaku usaha lokal tentang potensi pasar dan inovasi produk.
Menjelang akhir acara, panggung utama menampilkan tarian tradisional dan musik daerah, menambah hangat suasana sore di GOR Lembupeteng. Sorak tepuk tangan penonton pun menjadi penutup manis gelaran yang sarat makna ini.
Dengan semangat pelestarian budaya dan kreativitas generasi muda, Ekrafaganza Eksotika Batik 2025 menjadi bukti bahwa batik Tulungagung mampu beradaptasi di era modern tanpa kehilangan nilai tradisi. (ari)

