Mainberita – Kilau emas kembali menyilaukan pasar. Senin, 23 Februari 2026, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak Rp16.000 per gram dan kini parkir di level Rp3.028.000 per gram.
Bukan sekadar naik. Ini adalah lanjutan reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pertanyaannya: apakah ini awal dari lonjakan lebih tinggi?
Di pasar global, emas kembali menjadi “tempat berlindung” ketika ketidakpastian ekonomi dan kebijakan perdagangan memicu kekhawatiran investor. Dolar AS melemah, pasar saham fluktuatif, dan emas pun kembali dipilih sebagai pelindung nilai.
Ketika ketidakpastian meningkat, emas hampir selalu mendapatkan panggung utama.
Level Psikologis Rp3 Juta Dilewati. Menembus Rp3 juta per gram bukan sekadar angka. Ini adalah level psikologis pasar.
Biasanya, ketika level penting terlewati:
Minat beli ritel meningkat
Investor lama menahan penjualan
Spekulasi kenaikan lanjutan makin kuat
Namun di sisi lain, harga tinggi juga membuka peluang koreksi teknikal jangka pendek.
Momentum Ramadan Bisa Jadi Bahan Bakar. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, permintaan emas domestik cenderung naik—baik untuk investasi maupun perhiasan. Kombinasi sentimen global dan faktor musiman ini bisa menjadi bahan bakar tambahan bagi harga.
Untuk investor jangka panjang → tren masih positif. Untuk pembeli baru → strategi cicil (average buy) lebih aman dibanding masuk sekaligus. Untuk trader → waspadai potensi koreksi sehat setelah reli cepat.
Emas bukan sekadar logam mulia. Ia kembali menjadi barometer kecemasan global. Dan ketika dunia gelisah, emas biasanya tersenyum.




