Selain itu, perubahan hormon (misalnya saat pubertas, menstruasi, atau menopause) juga dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat.
3. Kebersihan dan Pakaian
Ketiak yang tidak dibersihkan dengan baik atau pakaian yang tidak menyerap keringat bisa menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Bahkan jika hanya duduk di ruangan ber-AC, keringat bisa tetap menumpuk jika sirkulasi udara buruk atau baju terlalu ketat.
4. Makanan dan Gaya Hidup
Beberapa makanan seperti bawang, makanan pedas, atau berkafein bisa meningkatkan produksi keringat dan memengaruhi baunya. Begitu juga dengan kebiasaan seperti merokok atau konsumsi alkohol.
Ketiak basah dan bau meskipun tidak banyak bergerak bisa disebabkan oleh aktivitas kelenjar apokrin, stres, hormon, dan kebersihan tubuh. Untuk mengatasinya, Anda bisa:
- Menggunakan antiperspirant (bukan hanya deodoran),
- Mandi secara teratur,
- Menghindari pakaian yang terlalu tebal atau tidak menyerap keringat,
- Menjaga pola makan sehat,
- Mengelola stres dengan baik.
Jika keluhan terus berlanjut atau berlebihan, bisa jadi Anda mengalami hiperhidrosis (keringat berlebih), dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. (*)

