Namun, hingga saat ini baru satu kantong jenazah yang berhasil diangkat ke atas dari jurang sedalam ratusan meter tersebut.
“Satu paket jenazah sudah bersama Tim SAR Gabungan. Masih ada lima paket lain yang akan dievakuasi. Saat ditemukan, jarak antar paket sekitar 50 meter dan berada di area tanpa serpihan pesawat,” ujar Andi Sultan.
Sebelum penemuan tersebut, tim SAR membagi Search and Rescue Unit (SRU) ke beberapa sektor pencarian. Operasi difokuskan pada area puncak dan sekitarnya dengan melibatkan unsur darat serta udara.
Setelah adanya temuan jenazah, seluruh personel diarahkan menuju lokasi sesuai titik koordinat yang telah ditentukan.
Untuk mendukung personel yang bekerja di area jurang, Helikopter Bell 429 sempat diterbangkan guna menurunkan personel dan logistik. Namun, misi tersebut terpaksa dihentikan dan helikopter kembali ke Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa jenazah korban ditemukan dalam kondisi yang beragam, mulai dari utuh hingga berupa bagian tubuh.
Hingga saat ini, tiga jenazah telah berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, sementara enam jenazah lainnya masih dalam proses evakuasi. (***)

