-
Keturunan/genetika, terutama jika salah satu atau kedua orang tua memiliki struktur wajah dengan area bawah mata yang cekung atau menonjol.
-
Cairan tubuh, karena sistem limfatik bayi belum berkembang sepenuhnya, sehingga bisa menyebabkan penumpukan cairan sementara di bawah mata.
-
Kondisi kesehatan tertentu, seperti alergi atau infeksi, walaupun ini biasanya disertai dengan gejala lain.
Namun, jika kantong mata pada bayi terlihat sangat menonjol, terus membesar, atau disertai perubahan warna kulit yang ekstrem (kebiruan atau sangat gelap), sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter. Ini untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang mendasari.
Faktor Genetik vs Faktor Gaya Hidup
Memahami penyebab kantong mata sangat penting untuk menentukan langkah penanganannya. Jika penyebabnya genetik, penggunaan krim mata atau perawatan rumahan mungkin tidak memberikan hasil yang signifikan.
Dalam kasus seperti ini, solusi yang lebih efektif biasanya melibatkan prosedur medis seperti blepharoplasty (operasi kelopak mata).
Namun, jika kantong mata disebabkan oleh gaya hidup, maka perubahan sederhana seperti:
-
Tidur cukup,
-
Mengurangi konsumsi garam,
-
Minum cukup air,
-
Menjaga kebersihan area wajah,
bisa membantu mengurangi penampilannya secara signifikan.
Jadi, apakah kantong mata bisa diwariskan secara genetik? Jawabannya: ya, bisa. Dan ya, bahkan bayi pun bisa mengalaminya, meskipun tidak selalu mengindikasikan masalah kesehatan.
Kunci utamanya adalah memahami penyebab spesifiknya—apakah karena faktor genetik, gaya hidup, atau kondisi medis lain.
Jika kamu atau anakmu mengalami kantong mata yang mengganggu atau mencurigakan, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter atau ahli kulit. (*)

