Guyub dan Gayeng, Berkat Dibawa, Ambengan Dimakan Bersama
Setelah menuntaskan rute lari, para peserta berkumpul dan melakukan doa bersama sebagai bentuk syukur. Uniknya, hampir seluruh peserta membawa berkat atau ambengan, yaitu makanan yang disiapkan untuk dibagikan dan dinikmati bersama-sama.
“Ternyata masyarakat Tulungagung, khususnya member dari Friday Running Tulungagung, sangat gayeng dan guyub dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan ini. Hal ini terbukti dengan hampir seluruh peserta membawa berkat atau ambengan yang kemudian dimakan bersama,” ujar Enggar, admin Friday Running Community.
Suasana penuh keakraban terlihat jelas, di mana para peserta duduk bersama, menikmati hidangan khas Megengan seperti ayam lodho ingkung, tumpeng nasi gurih, dan jajanan tradisional lainnya. Tradisi ini tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong yang tetap terjaga dalam komunitas.
Jeda Sejenak, Kembali Setelah Idul Fitri
Sebagai bagian dari agenda tahunan, “Megengan Run” juga menjadi simbol penutupan sementara kegiatan lari Jumat pagi. Seiring masuknya bulan puasa, kegiatan rutin ini akan diliburkan sementara dan akan kembali digelar setelah Idul Fitri 1446 H.
Dengan penuh semangat dan kebersamaan, Friday Running Community Tulungagung telah berhasil menghadirkan acara lari yang bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga penuh makna secara spiritual dan budaya. “Megengan Run” kali ini bukan sekadar berlari, tetapi juga merayakan nilai-nilai luhur kebersamaan, kegembiraan, dan kesiapan menyambut bulan suci.

