3. Tantangan Ekonomi
Isu-isu ekonomi, lapangan kerja yang makin selektif, dan cerita tentang ‘quarter life crisis’ membuat banyak remaja ingin lebih siap menghadapi masa depan. Mereka tak mau lagi terjebak di zona nyaman terlalu lama.
4. Role Model di Sekitar
Banyak figur publik muda atau influencer yang mempromosikan gaya hidup produktif, olahraga, dan pola pikir realistis. Hal ini menular ke anak-anak seusia SMA yang kini lebih peduli pada kebiasaan baik.
Apa Sisi Positifnya?
Tren ini patut diapresiasi. Artinya, generasi muda semakin sadar pentingnya investasi pada diri sendiri. Mereka paham bahwa masa depan butuh kesiapan fisik, mental, dan pola pikir yang sehat.
Memilih gym ketimbang rebahan, atau mengatur pola makan ketimbang jajan berlebihan, adalah tanda kesadaran yang luar biasa.
Namun demikian, ada hal yang tetap perlu diingat: masa remaja juga tetap butuh ruang bermain dan menikmati masa muda.
Keseimbangan antara persiapan masa depan dan menikmati hari ini adalah kunci agar mereka tidak mudah stres dan tetap tumbuh sebagai pribadi yang bahagia. (*)

