Ibu dari anak-anak tersebut diketahui sedang hamil satu bulan. Lebih memprihatinkan lagi, tidak semua anak mereka mendapatkan pendidikan formal, karena beberapa di antaranya harus membantu mencari nafkah dengan berjualan kue.
Sang ibu tetap bekerja membuat kue meskipun sedang hamil, sementara sang ayah tidak memiliki pekerjaan. Melihat kenyataan ini, Dedi merasa prihatin dan sempat merenung sebelum akhirnya membeli seluruh dagangan anak-anak tersebut sebagai bentuk kepeduliannya.
Kisah ini menjadi sorotan publik karena berkaitan langsung dengan program KB yang sedang digalakkan oleh Dedi sebagai bagian dari upaya pengendalian jumlah penduduk miskin.
Sebelumnya, Dedi juga pernah menuai kontroversi saat menyarankan agar pria miskin melakukan vasektomi jika ingin menerima bantuan sosial, pernyataan yang disampaikannya dalam forum resmi di Bandung pada 28 April 2025. (*)

