Gus Yahya juga menegaskan bahwa perjuangan tersebut sejalan dengan prinsip Nahdlatul Ulama yang akan terus bersama komunitas internasional dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Ia menilai bahwa saat ini diperlukan langkah konkret berupa penguatan konsolidasi global melalui jalur multilateral yang sah untuk mendorong realisasi solusi dua negara secara nyata.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia bersedia membuka hubungan dengan Israel, namun hanya jika negara itu mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Palestina sebagai negara yang sah. (*)
1 2

