“Di tengah arus informasi yang begitu cepat, jurnalis harus memastikan akurasi berita agar masyarakat tidak terjebak dalam hoaks,” jelasnya.
Selain itu, Puan menyoroti kondisi sulit yang dihadapi industri media, termasuk banyaknya perusahaan pers yang gulung tikar dan pemutusan hubungan kerja bagi jurnalis.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung keberlanjutan pers dengan berlangganan media yang memiliki tradisi jurnalistik berkualitas.
“Pers yang sehat dan bermutu membutuhkan dukungan. Masyarakat dapat berkontribusi dengan berlangganan media yang kredibel, sehingga ekosistem pers nasional tetap terjaga,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Puan menegaskan bahwa pemerintah juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan ekosistem media yang kondusif.
Regulasi yang berpihak pada kebebasan pers serta perlindungan terhadap jurnalis harus terus diperkuat agar media dapat menjalankan tugasnya dengan independen dan profesional.
Ia berharap, momentum Hari Pers Nasional 2025 dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak tentang pentingnya pers yang bebas, sehat, dan bertanggung jawab.
“Pers bukan hanya alat penyebar informasi, tetapi juga pilar demokrasi yang harus kita jaga bersama demi masa depan bangsa,” tutupnya. (*)

