Tradisi dan Perayaan Waisak
Waisak dirayakan dengan berbagai kegiatan religius, di antaranya:
- Puja Bhakti (upacara sembahyang di vihara)
- Meditasi dan pembacaan sutra
- Pelepasan hewan (sebagai simbol pembebasan makhluk)
- Pawai Waisak dan prosesi dari Candi Mendut ke Candi Borobudur (di Indonesia)
- Derma atau berdana kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan
Umat Buddha memanfaatkan momen ini untuk memperdalam spiritualitas, memperbanyak kebajikan, dan menebarkan perdamaian.
Makna Hari Waisak
Waisak bukan hanya tentang ritual keagamaan, tetapi juga mengajarkan tentang introspeksi diri, menahan hawa nafsu, serta hidup selaras dengan alam dan sesama makhluk. Hari suci ini mengingatkan umat manusia akan pentingnya kehidupan yang penuh welas asih, tanpa kekerasan, dan berlandaskan kebijaksanaan.
Hari Raya Waisak menjadi momen penting tidak hanya bagi umat Buddha, tetapi juga sebagai simbol universal tentang kedamaian dan penghormatan terhadap kehidupan. Melalui perayaan ini, nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebijaksanaan kembali ditegaskan dalam kehidupan masyarakat. (*)

