Permintaan maaf secara langsung kepada rekan setim, pelatih, staf, dan pendukung Indonesia atas tindakan yang telah menimbulkan kegaduhan.
Hubner mengakui bahwa reaksi emosional semacam itu tidak pantas untuk dilakukan sebagai representatif tim nasional.
Janji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan dan menegaskan kembali komitmennya bermain untuk Indonesia.
Dia juga menyerukan agar semua pihak segera melupakan polemik tersebut dan memusatkan energi pada pertandingan penting melawan Irak.
Langkah permintaan maaf ini muncul pada saat momentum penting: skuad Garuda harus segera bangkit dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Irak.
Banyak pengamat melihat insiden ini sebagai pengingat akan betapa rentannya kehidupan profesional seorang atlet terhadap sorotan publik—termasuk dalam penggunaan media sosial. Kesalahan sekecil apa pun bisa diperbesar.
Namun di sisi lain, respons dewasa Hubner dalam menyikapi kekeliruan bisa dipandang sebagai langkah positif: memberi contoh bahwa jika melakukan kesalahan, lebih baik segera bertanggung jawab dan memperbaiki.
Dengan permintaan maaf terbuka dan semangat baru, harapannya timnas Indonesia bisa kembali solid dan fokus demi meraih hasil terbaik di laga-laga berikutnya. (*)

