MainBeritaTulungagung – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung sedang berada dalam sorotan tajam. Alih-alih memberikan asupan nutrisi yang aman bagi siswa, program ini justru didera kabar miring, setelah munculnya dugaan kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah penerima manfaat dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG akhirnya mengambil langkah tegas.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyatakan bahwa penanganan teknis terkait insiden ini sepenuhnya telah diserahkan kepada tim ahli dan koordinator wilayah guna mengusut tuntas penyebab pasti di balik tumbangnya sejumlah siswa setelah mengonsumsi menu MBG.
“Itu sudah ditangani oleh Satgas dan Mbak Sebrina (Koordinator BGN Wilayah Tulungagung). Dan kita selaku kepala daerah ikut membantu mengawal karena hak penuh ada di Mbak Sebrina,” ujarnya.
Gatut menegaskan, bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan lagi. Sebagai langkah preventif agar insiden serupa tidak meluas dan menjadi bola salju yang merusak citra program nasional ini, koordinasi lintas sektoral terus diperketat setiap harinya.
“Dan kami selalu komunikasi intens agar permasalahan seperti ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya celah besar dalam standar operasional prosedur (SOP) penyediaan makanan.

