27.8 C
Tulungagung
Friday, April 10, 2026
Home Berita Internasional Kebakaran Besar di Hong Kong: Korban WNI Bertambah, KJRI Siapkan Pemulangan Jenazah

Kebakaran Besar di Hong Kong: Korban WNI Bertambah, KJRI Siapkan Pemulangan Jenazah

Mainberita – Perhatian publik Indonesia tengah tersita pada tragedi kebakaran besar yang terjadi di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.

Peristiwa pada Rabu, 26 November 2025 itu menghanguskan tujuh blok bangunan dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Hingga kini, tercatat 128 orang meninggal dan 79 lainnya mengalami luka berat, dengan para korban dirawat di 15 rumah sakit berbeda.

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pun bertambah.

Kementerian Luar Negeri RI melaporkan bahwa total WNI yang meninggal kini mencapai sembilan orang, setelah dua korban tambahan terkonfirmasi.

Sementara itu, jumlah WNI yang mengalami luka meningkat menjadi tiga orang.

Baca Juga  Katy Perry Berhasil Selesaikan Misi Luar Angkasa Bersama All-Female dari Blue Origin

Sebagai bentuk respons cepat, KJRI Hong Kong telah membentuk tim khusus untuk mendampingi keluarga korban, termasuk mengoordinasikan proses pemulangan jenazah para WNI.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa tim ini bertugas memberikan informasi menyeluruh kepada keluarga, mulai dari kondisi jenazah hingga kepastian jadwal pemulangan.

Mengenai kronologi insiden, Kemlu menjelaskan bahwa kebakaran bermula sekitar pukul 14.51 waktu setempat.

Dalam hitungan menit, api membesar, menyelimuti tujuh dari delapan blok apartemen dan menyemburkan asap pekat ke udara.

Tingkat alarm kebakaran yang awalnya berada pada level 1 terus meningkat hingga mencapai level 5—kategori paling berbahaya—pada pukul 18.22.

Rekaman lokasi menunjukkan perancah bambu yang digunakan untuk renovasi turut terbakar hebat, mempercepat penyebaran api.

Baca Juga  Peringatan yang Diperingati pada Tanggal 18 Juli

Material tersebut, yang umum dipakai dalam konstruksi di Hong Kong, jatuh dalam keadaan menyala dan membuat kondisi semakin kacau.

Hingga saat ini, otoritas Hong Kong masih mengusut penyebab kejadian tersebut.

Sebanyak 11 orang telah diamankan untuk dimintai keterangan, sementara pemerintah berkomitmen melakukan investigasi menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan unsur tindak kriminal di balik peristiwa tragis itu. (*)