Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga bermula dari aktivitas korban, Hariyanto, yang sedang menambal ban menggunakan api. Api tersebut diduga menyambar dan menyebabkan korsleting pada motor yang sedang diperbaiki, yang kemudian memicu ledakan besar.
Ia menyebut, faktor lain yang memperparah kebakaran adalah keberadaan material mudah terbakar di dalam bengkel, seperti tabung gas dan bensin.
Meskipun kebakaran ini tidak menyebabkan korban jiwa, Hariyanto dilaporkan mengalami luka bakar serius pada kedua tangannya. Saat ini, ia telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Talun.
Kebakaran ini menjadi perhatian khusus, mengingat kecepatan api yang meluas, serta risiko yang ditimbulkan dari keberadaan bahan-bahan mudah terbakar di lokasi. Kepolisian masih melanjutkan investigasi untuk menentukan penyebab pasti kejadian ini. (*)

