Dwi Budi Martono mengungkapkan bahwa total penggunaan TTE di lingkungan ATR/BPN saat ini telah mencapai 81 juta. Ia menekankan bahwa TTE memberikan kontribusi signifikan, terutama dalam fleksibilitas kerja, keamanan siber, dan efisiensi waktu, karena jauh lebih aman dari pemalsuan tanda tangan manual.
Kementerian ATR/BPN juga secara berkelanjutan meningkatkan keamanan siber dengan menerapkan multi factor authentication (MFA) dan melakukan audit berkala. Ke depan, Kementerian ATR/BPN akan terus meningkatkan inovasi layanan digital, seperti aplikasi Sentuh Tanahku, untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang ingin dilayani dengan baik melalui jalur digital.(*)
Baca Juga HIPMI Tulungagung Gelar Rakercap 2025, Angkat Semangat “Next Level Entrepreneur Ecosystem”
1 2

